dark
banner 1080x90

Ananda Emira Moeis ‘Kurangnya Lapangan Pekerjaan Dapat Meningkatkan Kasus Stunting’

anggota DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, kurangnya lapangan pekerjaan dapat memacu peningkatan kasus stunting
anggota DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, kurangnya lapangan pekerjaan dapat memacu peningkatan kasus stunting

Kilasborneo.com Program padat karya dinilai menjadi salah satu solusi penanggulangan kurangnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Menurut anggota DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, kurangnya lapangan pekerjaan dapat memacu peningkatan kasus stunting.

Ananda meminta kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk menggencarkan program padat karya yang dapat membuka lapangan kerja.

“Kurangnya lapangan pekerjaan bisa menyebabkan tingkat kemiskinan dan memicu kasus stunting diberbagai daerah,” kata Ananda saat menemui warga di Jalan Kahoi RT 31, Karang Anyar, Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Dia menyebutkan, alangkah baiknya pemerintah banyak membuat program padat karya yang memang menyasar masyarakat kurang mampu.

Ananda menegaskan, keterbatasan atau kurangnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama dari tingkat kemiskinan di pedesaan ataupun di perkotaan yang juga berdampak pada kasus stunting .

Menurutnya, berdasarkan data sekitar 60 persen dari kasus stunting yang terjadi saat ini beririsan dengan keluarga miskin ekstrem.

Bahkan, kasusnya turut dipengaruhi faktor kurangnya ketersediaan kebutuhan dasar, seperti air bersih, fasilitas sanitasi dan masalah lainnya.

“Kasus kemiskinan ekstrem ini harus dituntaskan agar angka stunting di Benua Etam bisa diturunkan,” kata Ananda .

Lanjutnya, hal yang juga perlu diketahui indikator kemiskinan itu apa saja, misalnya seperti tidak bekerja dan faktor ekonomi yang tidak stabil.

Dia berharap Pemerintah Provinsi Kaltim maupun kabupaten/kota harus bersinergi dan membuat banyak program padat karya yang bisa membuka lapangan kerja di Kaltim.

Terutama, berbagai kegiatan pembangunan yang banyak menggunakan tenaga manusia dibandingkan dengan tenaga mesin.

Dikemukakannya, jika usulan program padat karya didukung semua pihak dan dapat direalisasikan dengan baik, karena kedua kasus kemiskinan dan stunting saling berhubungan.

Ananda mencotohkan,  ada satu keluarga miskin yang punya anak, bagaimana kecukupan gizi anak-anaknya sementara untuk makan sehari-hari saja sulit.

Politikus PDI Perjuangan Dapil Kota Samarinda ini meminta agar pemerintah bisa melaksanakan kegiatan positif secara berkesinambungan hingga angka kemiskinan ekstrem dan stunting turun sesuai target.

“Untuk mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem dan kasus stunting harus dilakukan bersama,” kata Ananda Emira Moeis.(Adv/dprdprovkaltim)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Rusman Ya'qub menyampaikan Pentingnya Peraturan Daerah dalam Pengelolaan Zakat agar penyalurannya tepat sasaran

Anggota DPRD Prov Kaltim Rusman Ya’qub “Peran Penting Pemda Dalam Pengelolaan Zakat”

Next Post
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar), yang masuk ke dalam kawasan IKN dipastikan masuk berada dalam wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua Pansus RTRW Kaltim ‘Secara Resmi IKN Masih Kaltim’

Related Posts