
KILASBORNEO.COM – SANGATTA – Tak lagi duduk di ruang hotel ber-AC, para kader dan peserta pelatihan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) tahun depan akan langsung diterjunkan ke lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru DPPKB dalam memperkuat program penurunan stunting dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyebut perubahan pola pelatihan tersebut sejalan dengan peluncuran dua program unggulan tahun 2026, yakni AKSIS (Akademik, Kolaborasi, Penanganan Kemiskinan dan Stunting) dan Sekolah Lansia, (04/11).
“Pendekatan kita harus langsung menyentuh masyarakat. Semua pelatihan dan kegiatan ke depan dilaksanakan di wilayah, bukan lagi di hotel,” tegas Junaidi.
Program AKSIS dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan 30 peserta dari berbagai OPD. Peserta akan mendapatkan pendampingan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui pelatihan berbasis kelas dan analisis data bersama untuk mempercepat penurunan stunting.
Adapun Sekolah Lansia menjadi tindak lanjut dari program nasional Sidaya (Lansia Berdaya). Dalam kegiatan tersebut, para lansia akan mengikuti pemeriksaan kesehatan, senam, pelatihan keterampilan, dan edukasi agar tetap produktif.
Program ini akan dijalankan bersama Dinas Pendidikan Kutim dengan memanfaatkan satuan pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM, dimulai dari Kecamatan Sangatta Utara.
Selain itu, DPPKB Kutim juga memperluas Sekolah Siaga Kependudukan ke seluruh 18 kecamatan. Tahun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya instansi tersebut memperoleh mandatori anggaran pendidikan.
Dalam perencanaan program, DPPKB Kutim menggunakan data BINA Bangga Kencana dan Siga Elsimil dari BKKBN sebagai dasar penentuan sasaran. Data itu membantu pemetaan keluarga berisiko stunting dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Dengan data ini kita bisa tahu kebutuhan nyata masyarakat — dari air bersih, rumah layak huni, hingga akses KB — sehingga program bisa lebih tepat sasaran,” jelas Junaidi, (ADV/HR).
![]()
