dark
banner 1080x90

Mahyunadi Resmikan Kolam Ikan Binaan KNPI, Dorong Transformasi Lahan Eks Tambang Jadi Bernilai Ekonomi

Mahyunadi Resmikan Kolam Ikan Binaan KNPI, Dorong Transformasi Lahan Eks Tambang Jadi Bernilai Ekonomi
Mahyunadi Resmikan Kolam Ikan Binaan KNPI, Dorong Transformasi Lahan Eks Tambang Jadi Bernilai Ekonomi
Mahyunadi Resmikan Kolam Ikan Binaan KNPI, Dorong Transformasi Lahan Eks Tambang Jadi Bernilai Ekonomi
Mahyunadi Resmikan Kolam Ikan Binaan KNPI, Dorong Transformasi Lahan Eks Tambang Jadi Bernilai Ekonomi

KILASBORNEO.COM – Inisiatif pemuda dalam memperkuat ketahanan pangan daerah mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hal ini ditunjukkan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, saat meresmikan pengembangan kawasan budidaya ikan air tawar di Gang Samsul, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (7/11). Program yang digagas Komite Tani Muda (KTM) KNPI Kutim ini dinilai sebagai langkah konkret mewujudkan kemandirian ekonomi.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menekankan pentingnya visi pemanfaatan lahan secara strategis. Ia secara khusus menyoroti pengelolaan lahan bekas tambang yang seharusnya tidak sekadar direklamasi atau ditimbun kembali. Menurutnya, lubang bekas tambang memiliki potensi besar jika dikonversi menjadi danau, kawasan wisata, atau area budidaya perikanan yang produktif.

“Bekas tambang jangan hanya diuruk, karena fungsinya tidak akan kembali sama seperti hutan semula. Lebih baik kawasan itu dirawat menjadi kolam atau destinasi wisata yang bernilai ekonomis,” ujar Mahyunadi di hadapan Ketua DPRD Kutim Jimmi, manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC), serta unsur Forkopimda yang hadir.

Pada tahap awal, kawasan ini akan memfokuskan pada enam kolam budidaya ikan nila. Mahyunadi optimistis, jika dikelola dengan manajemen yang serius, sektor ini bisa berkembang menjadi industri terpadu. Ia bahkan menyarankan penerapan konsep simbiosis mutualisme antara perikanan dan peternakan, di mana limbah peternakan ayam dapat diolah menjadi pakan alternatif untuk komoditas lain seperti ikan patin, lele, atau papuyu.

Sebagai simbol dimulainya proyek strategis tersebut, Mahyunadi melakukan pengerukan tanah perdana menggunakan ekskavator. Ia berharap kolaborasi solid antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi kepemudaan ini mampu mengubah wajah sektor perikanan Kutim. Targetnya, perikanan tidak lagi sekadar untuk pemenuhan konsumsi rumah tangga, melainkan tumbuh menjadi industri yang menopang perekonomian daerah secara berkelanjutan. (ADV/HR)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Buka Festival Pemuda Kreatif 2025, Mahyunadi: Jawaban Atas Keresahan Generasi Muda

Buka Festival Pemuda Kreatif 2025, Mahyunadi: Jawaban Atas Keresahan Generasi Muda

Next Post
HKN di Kaliorang: Seruan Hapus Stigma TBC hingga Apresiasi Desa ODF

HKN di Kaliorang: Seruan Hapus Stigma TBC hingga Apresiasi Desa ODF

Related Posts