
KILASBORNEO.COM – Sebanyak 145 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim). Asisten Administrasi Umum Seskab Kutim, Sudirman Latif, memimpin langsung pelepasan di Masjid STAIS, Senin (10/11). Para mahasiswa ini dijadwalkan mengabdi selama dua bulan penuh di 11 desa yang tersebar di Kecamatan Muara Wahau dan Kombeng.
Dalam amanatnya, Sudirman menegaskan bahwa fase KKL bukan sekadar penerapan teori akademik, melainkan ujian nyata adaptasi sosial. Ia menekankan tiga pilar kompetensi yang wajib dipegang teguh mahasiswa, yakni profesionalisme (tahu), keterampilan (bisa), dan etika (mau). Menurutnya, masyarakat kerap memandang mahasiswa sebagai figur intelektual yang serba tahu, sehingga integrasi ketiga unsur tersebut menjadi krusial.
“Kompetensi itu harus menyatu. Tunjukkan contoh baik melalui perpaduan ilmu dan perilaku santun selama berbaur di desa,” pesannya.
Lebih jauh, Sudirman mewanti-wanti agar peserta menekan ego pribadi dan aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, hingga ketua RT setempat. Ia secara khusus meminta agar program kerja yang dirancang bersifat realistis dan tuntas dalam durasi dua bulan.
“Jangan tinggalkan bongkahan program yang tidak selesai. Rancangan harus tuntas dan berdampak langsung bagi warga,” tegas Sudirman.
Menutup arahannya, Sudirman mengapresiasi peran STAIS yang konsisten mencetak SDM berkualitas, terbukti dari banyaknya alumni yang kini berkinerja baik di lingkungan Pemkab Kutim. Ia berharap angkatan ini dapat menjaga marwah almamater sebagai agen perubahan yang solutif bagi masyarakat. (ADV/HR)
![]()
