
KILASBORNEO.COM– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, rombongan pemerintah daerah melaksanakan studi tiru ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Koperasi dan UKM di Malang, Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (11/11/).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung program kerja dan strategi yang diterapkan Jatim dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, dan daya saing pelaku Koperasi serta UMKM.
Rombongan Pemkab Kutim disambut oleh Kasi Pengembangan Pelatihan UPT Pelatihan Koperasi UKM Jatim, Doni Handoko Retrianto. Doni memaparkan, UPT Jatim bertugas utama melaksanakan pelatihan, konsultasi, bimbingan, dan supervisi. Lembaga ini juga menyelenggarakan ujian bersertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan tenaga kerja UMKM memiliki kualitas sesuai standar nasional.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan kualitas dan produktivitas pelaku usaha lokal adalah tantangan bersama agar mereka mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Bagaimana kita bersaing untuk meningkatkan kualitas dan produksi UMKM yang ada di Kabupaten Kutim menjadi tantangan bersama. Dengan belajar dari Jatim, kami berharap dapat menerapkan strategi serupa di Kutim,” ujar Mahyunadi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menambahkan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian karena kontribusinya besar terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Ia berharap hasil studi tiru ini menjadi inspirasi kuat untuk mempercepat transformasi UMKM Kutim menuju usaha yang lebih modern dan produktif.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh anggota DPRD Kutim, Yunus Yusuf, dan perwakilan OPD terkait ini, menjadi komitmen Pemkab Kutim. Tujuannya adalah mewujudkan pelaku UMKM yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan, serta siap bersaing di pasar nasional hingga global. (ADV/HR)
![]()
