
KILASBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui kunjungan studi tiru ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Jatim) menekankan perlunya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kutim untuk melek digital. Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, meninjau langsung fasilitas dan program unggulan UPT Jatim pada Selasa (11/11/).
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme pembinaan yang inovatif dan berbasis teknologi. Mahyunadi mengapresiasi fasilitas yang dimiliki UPT Jatim, termasuk Ruang Perpustakaan, Ruang Podcast, dan Galeri UMKM, yang dinilai relevan dengan kebutuhan UMKM saat ini. Fasilitas ini menjadi sarana penting untuk membangun literasi digital, kreativitas konten promosi, dan ruang pamer bagi produk binaan.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah “Safari Podcast”, yang dipaparkan langsung oleh Kasi Pengembangan Pelatihan UPT Jatim, Doni Handoko Retrianto. Program ini merupakan inovasi media edukasi dan promosi yang menghadirkan konten inspiratif seputar pemberdayaan UMKM dan koperasi, yang dilakukan secara mobile di berbagai lokasi di Jatim.
“Safari Podcast menjadi wadah berbagi cerita sukses, strategi, dan motivasi. Ini adalah cara modern agar edukasi dapat diterima lebih menarik dan memperluas jangkauan informasi,” jelas Doni.
Mahyunadi menyatakan bahwa pendekatan pembinaan berbasis teknologi informasi dan literasi digital ini harus dicontoh. Ia menegaskan bahwa UMKM Kutim harus mampu menyesuaikan diri dengan era digital, baik dalam hal pemasaran, literasi, maupun inovasi produk.
Pemkab Kutim berharap konsep pembinaan kreatif dan digital serupa dapat diterapkan di Kutim. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha lokal serta memperluas akses dan jangkauan promosi produk UMKM Kutim di pasar yang semakin kompetitif. (ADV/HR)
![]()
