dark
banner 1080x90

Muhammad Agung Prabowo: Negara Harus Tancap Gas, Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera!

Muhammad Agung Prabowo: Negara Harus Tancap Gas, Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera!
Muhammad Agung Prabowo: Negara Harus Tancap Gas, Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera!

KILASBORNEO.COM Medan, 29-11-2025  – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Sumatera Utara dengan lantang menyuarakan dukungan penuh agar Pemerintah Pusat segera menetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Krisis hidrometeorologi masif yang melanda wilayah ini sudah mencapai titik nadir dan membutuhkan tindakan cepat dan terkoordinasi!

Bencana Skala Regional, Pemerintah Daerah Kewalahan!

Ketua PKC PMII Sumatera Utara, Muhammad Agung Prabowo, menegaskan bahwa eskalasi bencana yang meluas, memutus akses transportasi, dan menyebabkan kerusakan multisektor di lintas provinsi telah melampaui batas kemampuan penanganan pemerintah daerah (Pemda) mana pun.

“Ini bukan lagi bencana lokal, melainkan krisis kemanusiaan skala regional! Jalan nasional terputus, ibu kota provinsi terendam, akses logistik lumpuh. Ini alarm bagi negara untuk bertindak cepat!” tegas Agung Prabowo dengan nada berapi-api.

Saatnya Mobilisasi Sumber Daya Nasional!

Agung Prabowo mengapresiasi upaya masyarakat dan mahasiswa, namun menilai bahwa langkah tercepat dan tertegas saat ini adalah mobilisasi sumber daya nasional di bawah komando Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didukung penuh TNI-Polri.

Tiga Tuntutan Mendesak dari PKC PMII Sumatera Utara:

1. Status Darurat dan Komando Terpusat: “Kami mendesak Presiden RI, melalui BNPB, untuk segera mengambil alih komando penanganan dengan menetapkan Status Darurat Bencana Nasional. Hanya dengan status ini, mobilisasi anggaran, alat berat, dan personel dari pusat dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi daerah yang sudah kewalahan!”

2. Pemulihan Akses dan Logistik: Pemerintah wajib menjadikan percepatan pembukaan akses jalan vital, terutama jalur perbatasan Sumut-Aceh dan perbaikan jembatan putus, sebagai prioritas utama. Distribusi bantuan logistik dan evakuasi korban tidak boleh tertunda!

3. Perlindungan Kelompok Rentan: PMII mendesak agar pemerintah memastikan ketersediaan layanan kesehatan, makanan, dan hunian darurat yang layak, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil di seluruh lokasi pengungsian. Pemulihan psikososial pasca bencana juga harus menjadi bagian integral dari operasi nasional.

Negara Harus Hadir Utuh dan Terkoordinasi!

“Nyawa dan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi! Pemerintah tidak boleh hanya mengamati dari Jakarta. Ini adalah momentum bagi negara untuk hadir secara utuh, cepat, dan terkoordinasi. PMII Sumut siap berkolaborasi dalam setiap upaya kemanusiaan yang terencana dan terpusat,” tutup Muhammad Agung Prabowo dengan penuh semangat.

 

(Magrifatulloh)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
FWJ Indonesia Sentuh Hati: Rangkul Sumatera dan Semeru dalam Pelukan Kemanusiaan!

FWJ Indonesia Sentuh Hati: Rangkul Sumatera dan Semeru dalam Pelukan Kemanusiaan!

Next Post
Konflik Memanas di Pelabuhan Soekarno Hatta: Buruh Tolak Hasil Pemilihan, KSOP – TKBM Saling Lempar Tanggung Jawab

Konflik Memanas di Pelabuhan Soekarno Hatta: Buruh Tolak Hasil Pemilihan, KSOP – TKBM Saling Lempar Tanggung Jawab

Related Posts