KILASBORNEO.COM – JAKARTA – Di tengah gembar-gembor kedaulatan, Ikatan Wartawan Online (IWO) menemukan “Republik dalam Republik” di jantung industri Morowali! Bandara ilegal di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menganga lebar, mengancam kedaulatan negara dan memicu dugaan keterlibatan pejabat negara yang bermain api di pusaran bisnis haram.
Ketua Umum IWO, Teuku Yudhistira, dengan nada geram mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk tidak tinggal diam. “Nasionalisme Pak Prabowo tak perlu diragukan! Saatnya bertindak tegas! Tutup segera bandara ilegal yang mengancam negara ini!” serunya, Selasa (25/11).
Investigasi IWO mengungkap fakta mencengangkan: pejabat tinggi negara di lingkungan eksekutif diduga kuat memiliki saham di IMIP! “Jangan biarkan tikus berdasi menggerogoti negeri! Kepolisian, Kejaksaan, BIN, BAIS, KPK – kerahkan semua kekuatan! Usut tuntas pejabat bejat yang bermain di bisnis hitam ini!” tegas Yudhistira.
Bandara ilegal ini bukan hanya soal kebocoran pendapatan negara, tapi juga sarang kejahatan transnasional! Narkoba membanjiri Morowali, TPPO mengintai para pekerja! “Imigrasi, Polri, BNN, Bea Cukai – jangan tutup mata! Morowali darurat kejahatan! Selamatkan generasi bangsa!”
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya telah mengingatkan: “Tidak boleh ada negara dalam negara!” Peneliti ISDS, Edna Caroline, bahkan menyebut bandara ilegal ini sudah beroperasi sejak 2019, tanpa pengawasan negara!
IWO menuntut Presiden Prabowo membuktikan komitmennya pada kedaulatan dan keadilan! “Jangan biarkan Morowali menjadi surga bagi para penjahat dan pengkhianat bangsa! Tutup bandara ilegal! Usut tuntas pejabat berdosa! Selamatkan Indonesia!”
Tim
![]()
