KILASBORNEO.COM Jakarta – 25 November 2025 – Temuan bandara pribadi yang beroperasi secara ilegal di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) – yang disebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai “anomali” dan “negara di dalam negara” – membuat geger. Ikatan Wartawan Online (IWO) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas: tutup bandara tersebut segera dan usut tuntas pejabat tinggi negara yang diduga memiliki saham di IMIP.
Ketua Umum IWO, Teuku Yudhistira, mengaku tidak kaget dengan temuan ini, mengingat Prabowo sendiri telah menyampaikan tentang kebocoran pendapatan negara dari sektor tambang sejak Pilpres 2019. “Tidak mungkin Pak Prabowo menyampaikan itu tanpa data valid. Mungkin eranya dulu berbeda, tapi sekarang waktunya bertindak,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Menurut Yudhistira, bandara ilegal ini bukan hanya ancaman bagi kedaulatan ekonomi, tetapi juga potensi sarana penyelundupan narkoba dan tindak pidana penjualan orang (TPPO) yang masif. “Narkoba sekarang beredar bebas di Morowali – ini tidak lepas dari keberadaan bandara yang tidak diawasi aparatur negara sama sekali,” tegasnya.
Berdasarkan investigasi IWO, terindikasi ada pejabat tinggi di lingkungan Eksekutif yang memiliki saham di IMIP. “Dengan perangkat negara yang lengkap – Polri, Kejaksaan, BIN, BAIS, KPK – Presiden harus mengusut tuntas siapa yang bermain di bisnis hitam ini,” tegas Yudhistira.
Sebelumnya, Menhan Sjafrie telah mengkonfirmasi tidak adanya bea cukai, imigrasi, dan perangkat negara lainnya di bandara tersebut, menyatakan “tidak boleh ada republik di dalam republik”. Peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS), Edna Caroline, menambahkan bahwa bandara ini telah beroperasi sejak diresmikan mantan Presiden Jokowi pada 2019 – bertahun-tahun tanpa pengawasan.
PT IMIP sendiri adalah konsorsium antara Shanghai Decent Investment Group (49,69%), PT Sulawesi Mining Investment (25%), dan PT Bintang Delapan Investama (25,31%) – hasil kerja sama Bintang Delapan Group Indonesia dan Tsingshan Steel Group Tiongkok.
Rilis Resmi PP IWO | Nomor: 0270.B/Rilis/PP-IWO/XI/2025
![]()
