
KILASBORNEO.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur tengah membuka peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat kesehatan rujukan di Kalimantan Timur. Dari total lahan 10 hektare yang dimiliki, baru kurang dari 2 hektare yang termanfaatkan untuk bangunan dan fasilitas layanan rumah sakit. Artinya, masih terdapat lebih dari 8 hektare lahan kosong yang siap dikembangkan untuk berbagai proyek strategis.
Direktur RSUD Kudungga, Dr. Yusuf, menegaskan bahwa cadangan lahan masif tersebut menjadi kekuatan utama dalam rencana pengembangan jangka menengah rumah sakit. Saat ini, fasilitas yang berdiri mencakup IGD, layanan rawat jalan, gedung rawat inap, ruang manajemen, serta fasilitas pendukung seperti gudang farmasi, area non-pelayanan, dan masjid.
“Pembangunan yang sudah berjalan masih di bawah 2 hektare. Ini menunjukkan ruang pengembangan kami masih sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk kemajuan layanan,” ujarnya.
RSUD Kudungga menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan terkemuka di Kaltim pada 2027. Untuk mencapai itu, pihak manajemen telah menyiapkan konsep pengembangan, mulai dari pembangunan gedung layanan unggulan, penambahan ruang rawat inap, hingga instalasi alat kesehatan modern.
Dr. Yusuf menyebutkan bahwa pengembangan fisik akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Pendanaan RSUD saat ini bersumber dari APBD dan pendapatan BLUD, sehingga pengalokasian dana harus dilakukan secara hati-hati.
“Keterbatasan APBD membuat kami perlu lebih efisien. Pendapatan BLUD juga harus kami jaga agar operasional rumah sakit tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Selain perluasan fisik, penguatan SDM, peningkatan mutu layanan, dan penerapan sistem digital rekam medis akan menjadi faktor pendukung transformasi RSUD Kudungga. Kombinasi antara lahan memadai, visi besar, dan komitmen manajemen diproyeksikan mampu menjadikan rumah sakit ini salah satu pilar kesehatan utama di tingkat provinsi. (ADV/HR)
![]()
