dark
banner 1080x90

RSUD Kudungga Resmi Menjadi Rumah Sakit Tipe B, Kapasitas Layanan Kian Diperluas

RSUD Kudungga Resmi Menjadi Rumah Sakit Tipe B, Kapasitas Layanan Kian Diperluas
RSUD Kudungga Resmi Menjadi Rumah Sakit Tipe B, Kapasitas Layanan Kian Diperluas
RSUD Kudungga Resmi Menjadi Rumah Sakit Tipe B, Kapasitas Layanan Kian Diperluas
RSUD Kudungga Resmi Menjadi Rumah Sakit Tipe B, Kapasitas Layanan Kian Diperluas

KILASBORNEO.COM – RSUD Kudungga Kutai Timur kembali mencatat sejarah penting dalam dunia pelayanan kesehatan daerah. Setelah melalui proses panjang pemenuhan standar, rumah sakit ini akhirnya ditetapkan sebagai fasilitas kesehatan tipe B dengan kapasitas 207 tempat tidur. Status baru tersebut membuka peluang bagi peningkatan kualitas layanan dan penguatan peran RSUD Kudungga sebagai pusat rujukan utama di Kutim.

Direktur RSUD Kudungga, Dr. Yusuf, menyampaikan bahwa penetapan tipe B tidak terlepas dari pemenuhan kriteria Kementerian Kesehatan, salah satunya adalah jumlah tempat tidur yang harus mencapai lebih dari 200 unit. “Saat ini kami memiliki 207 tempat tidur, sehingga syarat dasar tipe B telah terpenuhi. Dengan status ini, cakupan pelayanan medis yang bisa diberikan kepada masyarakat menjadi lebih luas dan terintegrasi,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD Kudungga kini menambah berbagai layanan spesialis maupun subspesialis. Selain IGD dan instalasi rawat jalan, terdapat sejumlah unit baru seperti poli geriatri, layanan urologi, forensik, hingga pusat terapi hemodialisis. Penguatan layanan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Meski tingkat okupansi rata-rata masih di bawah 50 persen, Dr. Yusuf mengungkapkan bahwa beberapa unit sudah sangat padat. “Bedah dan penyakit dalam hampir selalu penuh. Sedangkan kebidanan cenderung lebih longgar karena kebanyakan pasien yang kami tangani merupakan kasus rujukan yang membutuhkan penanganan khusus,” jelasnya.

Kebutuhan sumber daya manusia juga menjadi fokus pembenahan. RSUD Kudungga kini memiliki 47 dokter spesialis dari berbagai bidang. Namun, Dr. Yusuf tidak menampik bahwa tambahan tenaga ahli masih diperlukan, terutama di bidang kebidanan dan beberapa subspesialis.

Dengan perubahan status ini, RSUD Kudungga menegaskan visinya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan luar daerah. “Kami ingin menjadi pusat rujukan yang benar-benar diandalkan. Bahkan ke depan, kami berharap bisa menarik pasien dari luar Kutim,” tegas Dr. Yusuf.

Rumah sakit ini juga tengah menyiapkan rencana ekspansi, termasuk pengembangan fasilitas rawat inap dan pemanfaatan lahan tersisa. Target besar ditetapkan: menjadi pusat rujukan kesehatan unggulan di Kalimantan Timur pada 2027. (ADV/HR)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
RSUD Kudungga Siapkan Ekspansi Besar, 8 Hektare Lahan Menganggur Menanti Pengembangan

RSUD Kudungga Siapkan Ekspansi Besar, 8 Hektare Lahan Menganggur Menanti Pengembangan

Next Post
RSUD Kudungga Perkuat Layanan dengan 47 Dokter Spesialis, Warga Tak Perlu Banyak Rujukan

RSUD Kudungga Perkuat Layanan dengan 47 Dokter Spesialis, Warga Tak Perlu Banyak Rujukan

Related Posts