dark
banner 1080x90

Diskominfo Kutim Gandeng Media Lokal untuk Perkuat Literasi Publik dan Redam Penyebaran Hoaks

Master Plan Jadi Kunci, Diskominfo Kutim Prioritaskan Perbaikan Jaringan Internet di Pedalaman
Master Plan Jadi Kunci, Diskominfo Kutim Prioritaskan Perbaikan Jaringan Internet di Pedalaman
Diskominfo Kutim Gandeng Media Lokal untuk Perkuat Literasi Publik dan Redam Penyebaran Hoaks
Diskominfo Kutim Gandeng Media Lokal untuk Perkuat Literasi Publik dan Redam Penyebaran Hoaks

KILASBORNEO.COM — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sinergi dengan media lokal sebagai upaya menekan laju penyebaran informasi palsu atau hoaks yang semakin marak di era digital. Kepala Diskominfo Kutim, Ronny Bonar, menegaskan bahwa kerja sama dengan media lokal menjadi strategi kunci untuk menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Ronny menjelaskan bahwa pemerintah tidak dapat membatasi arus informasi, namun publik dan insan pers tetap memiliki kewajiban melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan berita. Prinsip tersebut, katanya, merupakan pondasi dasar dalam praktik jurnalisme yang sehat.

“Penyebarluasan informasi tidak boleh dihalangi, tetapi harus ada konfirmasi kepada pihak terkait. Itu prinsip dasar jurnalistik,” tegasnya.

Ia menilai banyak kasus hoaks yang berkembang justru bersumber dari media luar daerah sehingga membuat proses klarifikasi menjadi lebih sulit. Dalam konteks ini, peran media lokal menjadi sangat vital untuk mengoreksi informasi keliru sekaligus menyampaikan klarifikasi secara cepat.

“Banyak hoaks bukan berasal dari media Kutim. Ini yang membuat penanganannya lebih kompleks,” ungkapnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Diskominfo Kutim memperkuat kolaborasi dengan media lokal sebagai garda terdepan pembawa informasi yang benar. Ronny menilai media daerah memiliki kedekatan dan pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika lokal, sehingga perannya sangat efektif dalam menjaga kualitas informasi publik.

Selain itu, Diskominfo juga mempelajari pola penyebaran hoaks yang semakin canggih, termasuk hoaks yang menggiring opini publik. Ronny memastikan pemerintah berhati-hati dalam memberikan pernyataan dan selalu mendahulukan verifikasi agar tidak terpancing isu yang belum jelas sumbernya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan memerangi hoaks tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat. Hoaks pasti ada, tetapi kesiapan kita menghadapinya yang menentukan,” tutupnya. (ADV/HR)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
LSM MAUNG Kembali 'Sentil' Presiden Prabowo Soal Kasus Ria Norsan, Ketua Umum: Buktikan Komitmen!

LSM MAUNG Kembali ‘Sentil’ Presiden Prabowo Soal Kasus Ria Norsan, Ketua Umum: Buktikan Komitmen!

Next Post
Rajawali Jatim Geruduk Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kab Pamekasan, Tuntut Usut Tuntas Pungli NPHD!

Rajawali Jatim Geruduk Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kab Pamekasan, Tuntut Usut Tuntas Pungli NPHD!

Related Posts