
KILASBORNEO.COM – Festival Magic Land bukan hanya menampilkan kreativitas modern, tetapi juga menjadi panggung bagi pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk menegaskan kembali bahwa wilayah ini menyimpan akar peradaban yang jauh lebih tua dari yang selama ini dikenal. Dalam penutupan festival yang berlangsung Minggu (16/11) di Polder Ilham Maulana, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa sejarah kuno merupakan bagian penting dari identitas Kutim sebagai daerah “ajaib.”
Di hadapan masyarakat, Ardiansyah mengingatkan kembali pelajaran sejarah mengenai Kerajaan Kutai dengan pendirinya Kudungga, yang selama ini diyakini sebagai kerajaan tertua di Nusantara. Menurutnya, alur sejarah kerajaan tersebut tidak berdiri terpisah, tetapi terkait kuat dengan wilayah Kutai Timur.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus melakukan penggalian data historis. Hasilnya, berbagai temuan yang berhubungan dengan jejak kerajaan awal tersebut kini berhasil didokumentasikan. Beberapa artefak bahkan disimpan di area belakang Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Pelajaran sejarah bahwa kerajaan tertua itu ada di Kutai dengan Kudungga, dan alur sejarahnya juga hadir di Kutim,” ujar Bupati.
Ardiansyah juga menyoroti kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat sebagai salah satu situs prasejarah terpenting di Kalimantan. Temuan indikasi keberadaan manusia sejak 10.000 tahun sebelum masehi menunjukkan adanya budaya kuno yang telah berkembang di wilayah tersebut.
“Artinya, jauh sebelum peradaban modern, sudah ada kelompok manusia yang hidup dan meninggalkan jejak budayanya di Kutim,” kata Ardiansyah.
Ia berharap pemahaman ini memperkuat identitas Kutim sebagai daerah yang kaya unsur sejarah dan budaya. Melalui kegiatan seperti Magic Land serta agenda mendatang seperti Pameran Budaya Sejarah Islam, pemerintah memastikan upaya pelestarian dan pengenalan kekayaan historis terus berlanjut. (ADV/HR)
![]()
