dark
banner 1080x90

HARI ANTI KORUPSI DI SOPPENG: LSM TOLAK KASI INTEL “KAMI HANYA MAU BICARA DENGAN KEJARI SENDIRI!”

HARI ANTI KORUPSI DI SOPPENG: LSM TOLAK KASI INTEL "KAMI HANYA MAU BICARA DENGAN KEJARI SENDIRI!"
HARI ANTI KORUPSI DI SOPPENG: LSM TOLAK KASI INTEL “KAMI HANYA MAU BICARA DENGAN KEJARI SENDIRI!”

KILASBORNEO.COM – Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Soppeng, Selasa (09/12), menyuarakan semangat perlawanan yang tajam dan tak tergoyahkan. Ratusan peserta dari berbagai LSM dan wartawan berkumpul di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng Jalan Semudra, membawa spanduk yang menggema kebenaran: “Korupsi = Pencurian Hak Rakyat”, “Kejari Harus Bertindak – Bukan Hanya Bicara”, dan “Tolak Penutupan Kasus Korupsi”.

Mulai pukul 09.00 Wita, nuansa tegas langsung terasa. Saat peserta menyampaikan seruan, Kasi Intel Kejari mencoba mendekat untuk berbicara – namun peserta secara bersatu menolak dengan teriak yang menggema: “Kami tidak mau bicara denganmu! Kami hanya mau bicara dengan Kejari sendiri! Jangan coba sembunyikan kebenaran dengan perwakilan yang salah!”

Tolakan itu bukan tanpa alasan. Ketua LPKN Soppeng Alfred menjelaskan dengan nada yang tegas: “Selama ini, banyak kasus korupsi di Soppeng terhenti di tengah jalan. Kami ragu dengan perwakilan – kami butuh janji langsung dari Kepala Kejari, bukan cuma kata-kata kosong. Hari ini, warga tidak akan lagi diam melihat uang negara dicuri!”

Sepanjang demonstrasi, seruan “Basmi Korupsi, Satukan Aksi! Kejari Harus Bekerja, Jangan Tidur!” terus bergema. Beberapa spanduk menunjuk langsung pada kasus korupsi yang pernah menggemparkan masyarakat namun belum dituntut. Warga sekitar yang menyaksikan juga memberikan dukungan, membangunkan sorakan setiap kali seruan diangkat.

Setelah beberapa saat menunggu, staf Kejari keluar menyampaikan bahwa Kepala Kejari sedang sibuk namun akan segera hadir. Peserta memutuskan untuk menunggu dengan sikap yang tetap tegas: “Kami akan menunggu sampai Kejari datang. Hari ini, kami tidak mau pulang tanpa janji yang jelas dan terbukti!”

Selama menunggu, ketua koalisi LSM menyampaikan pidato yang menembus hati: “Hari Anti Korupsi bukan untuk merayakan, tapi untuk menuntut. Korupsi telah merusak pembangunan –Kasus Alsintan mandek, proyek swakelola sekolah yang tidak sesuai, rumah sakit tak ada obat. Semua karena uang negara yang seharusnya untuk rakyat dicuri oleh orang yang tamak. Kami menuntut Kejari untuk menuntut semua pelaku – baik kecil maupun besar, tanpa pandang bulu!”

Hingga pukul 12.30 Wita, Kepala Kejari akhirnya muncul. Peserta langsung meneriakkan: “Katakan apa yang akan kamu lakukan!” Dalam pidatonya, Kepala Kejari menyatakan: “Saya memahami kekhawatiran warga. Kejari Soppeng berkomitmen memerangi korupsi sepenuh hati, tanpa pandang bulu. Kami akan meninjau semua kasus tertunda dan pastikan pelaku mendapatkan hukuman yang layak.”

Namun peserta tidak langsung puas. Mereka menuntut langkah nyata: “Kami butuh jadwal penuntutan, bukan cuma janji. Kapan kasus A dituntut? Kapan kasus B diproses?” Kepala Kejari kemudian menjanjikan akan mengeluarkan surat edaran resmi segera dan mengadakan rapat bersama LSM untuk membahas langkah konkret.

Demonstrasi berlangsung hingga pukul 13.00 Wita dengan ketertiban, didukung Polres Soppeng. Peserta pulang dengan harapan tetap namun waspada: “Kami akan memantau setiap langkah Kejari. Jika janji tidak terwujud, kami akan kembali – dengan aksi yang lebih tegas!”

Acara ini adalah bukti semangat perlawanan warga Soppeng semakin kuat , sebuah gambaran indah dari perjuangan rakyat untuk keadilan, kebenaran, dan pemerintahan bersih. Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai korupsi benar-benar lenyap dari Bumi Latemmamala.

Penutup: Informasi lebih lanjut hubungi Koalisi LSM Anti Korupsi Soppeng atau Humas Kejari Soppeng

Tim

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
POLRES GOWA LUMPUHKAN PREDATOR ANAK – DIDUGA TERHUBUNG KASUS TIGA ANAK HILANG YANG MENGGEMPARKAN PUBLIK

POLRES GOWA LUMPUHKAN PREDATOR ANAK – DIDUGA TERHUBUNG KASUS TIGA ANAK HILANG YANG MENGGEMPARKAN PUBLIK

Next Post

Polda Babel Gelar Simulasi Penanganan Unras di Akhir Apel Kasatwil 2025 – Skenario Tertib Hingga Anarkis Ditampilkan dengan Pendekatan Humanis

Related Posts