dark
banner 1080x90

HARI ANTI KORUPSI DI SOPPENG: LSM TOLAK KASI INTEL YANG INGIN BERBICARA “KAMI HANYA MAU BICARA DENGAN KEJARI SENDIRI!”

HARI ANTI KORUPSI DI SOPPENG: LSM TOLAK KASI INTEL YANG INGIN BERBICARA "KAMI HANYA MAU BICARA DENGAN KEJARI SENDIRI!"
HARI ANTI KORUPSI DI SOPPENG: LSM TOLAK KASI INTEL YANG INGIN BERBICARA “KAMI HANYA MAU BICARA DENGAN KEJARI SENDIRI!”

KILASBORNEO.COM – Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Soppeng, Selasa (09/12/2025), penuh dengan semangat perlawanan yang tajam dan tegas. Ratusan peserta dari berbagai LSM dan wartawan menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng yang terletak di Jalan Semudra, membawa spanduk dengan tulisan-tulisan yang menggema kebenaran: “Korupsi = Pencurian Hak Rakyat”, “Kejari Harus Bertindak – Bukan Hanya Bicara”, dan “Tolak Penutupan Kasus Korupsi”.

Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita langsung menunjukkan nuansa yang tegas. Saat peserta sedang menyampaikan seruan, Kasi Intel Kejari Soppeng mencoba mendekat untuk berbicara dan memberikan penjelasan. Namun, peserta secara bersatu menolak kehadirannya dengan teriak: “Kami tidak mau bicara denganmu! Kami hanya mau bicara dengan Kejari yang baru! Jangan coba sembunyikan kebenaran dengan perwakilan yang salah!”

Tolaknya  yang tegas itu bukan tanpa alasan. Ketua LPKN Soppeng Alpred  menjelaskan: “Selama ini, banyak kasus korupsi di Soppeng yang terhenti di tengah jalan. Kami ragu dengan perwakilan yang datang ,kami butuh janji langsung dari Kepala Kejariyang baru, bukan cuma kata-kata yang tidak memiliki bobot. Hari ini adalah hari untuk menegaskan: warga tidak akan lagi diam melihat uang negara dicuri!”

Sepanjang demonstrasi, peserta meneriakkan seruan yang kompak: “Basmi Korupsi, Satukan Aksi! Kejari Harus Bekerja, Jangan Tidur!” Beberapa spanduk juga menunjuk langsung pada kasus korupsi yang sempat menggemparkan masyarakat Soppeng namun belum mendapatkan penuntutan hukum yang tegas. Warga yang berdatangan untuk menyaksikan demo juga banyak yang memberikan dukungan, membangunkan sorakan setiap kali seruan diangkat.

Setelah beberapa saat menunggu, staf Kantor Kejari keluar dan menyampaikan bahwa Kepala Kejari Soppeng sedang sibuk namun akan segera hadir. Peserta kemudian memutuskan untuk menunggu dengan tetap mempertahankan sikap tegas: “Kami akan menunggu sampai Kejari datang. Hari ini, kami tidak mau pulang tanpa mendapatkan janji yang jelas dan terbukti!”

Selama menunggu, salah satu ketua koalisi LSM menyampaikan pidato yang menembus: “Hari Anti Korupsi bukan hanya hari untuk merayakan, tapi hari untuk menuntut. Korupsi telah merusak pembangunan di Soppeng – kasus Alsintan mandek,proyek swakelola sekolah yang diduga tidak sesuai peruntukannya, rumah sakit tak ada obat. Semua karena uang negara yang seharusnya untuk rakyat dicuri oleh orang-orang yang tamak. Kami menuntut Kejari untuk segera menuntut semua pelaku korupsi, tanpa pandang bulu, baik yang kecil maupun yang besar!”

Ketika Kepala Kejari Soppeng akhirnya muncul di depan gerbang kantor sekitar pukul 12.30 Wita, peserta langsung meneriakkan seruan: “Katakan apa yang akan kamu lakukan!”. Dalam pidatonya di depan para demonstran, Kepala Kejari menyatakan sepakat sepenuhnya untuk memerangi korupsi. “Saya memahami kekhawatiran warga. Kejari Soppeng berkomitmen untuk memerangi korupsi dengan sepenuh hati, tanpa pandang bulu. Kami akan meninjau kembali semua kasus yang tertunda dan memastikan setiap pelaku korupsi mendapatkan hukuman yang layak,” tegasnya.

Namun, peserta tidak langsung puas. Mereka menuntut agar janji itu diwujudkan dengan langkah nyata: “Kami butuh jadwal penuntutan, bukan cuma janji. Beritahu kami, kapan kasus A akan dituntut? Kapan kasus B akan diproses?” Kepala Kejari kemudian menjanjikan akan mengeluarkan surat edaran resmi mengenai penanganan kasus korupsi di Soppeng dalam waktu dekat  ke depan dan akan mengadakan rapat bersama  untuk membahas langkah-langkah konkret.

Demonstrasi berlangsung hingga pukul 13:00 Wita dengan penuh ketertiban, didukung oleh pengamanan dari Polres Soppeng. Peserta pulang dengan harapan yang tetap terbuka namun juga dengan sikap waspada: “Kami akan memantau setiap langkah Kejari. Jika janji tidak terwujud, kami akan kembali – dengan aksi yang lebih tegas!”.

Acara ini menjadi bukti bahwa semangat perlawanan warga Soppeng terhadap korupsi semakin kuat. Ini adalah gambaran indah dari perjuangan rakyat untuk keadilan, kebenaran, dan pemerintahan yang bersih – sebuah perjuangan yang tidak akan berhenti sampai korupsi benar-benar lenyap dari Bumi Latemmamala.

Tim

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Lagi, Harris Turino Kembali Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama Anak Muda

Lagi, Harris Turino Kembali Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama Anak Muda

Next Post
DESAKAN CABUT LURAH MENGGEMA: WARGA PROTES ANULIRAN KEMENANGAN RT 05, PEMILIHAN DIPaksakan CABUT-CABUT

DESAKAN CABUT LURAH MENGGEMA: WARGA PROTES ANULIRAN KEMENANGAN RT 05, PEMILIHAN DIPaksakan CABUT-CABUT

Related Posts