
KILASBORNEO.COM – SANGATTA – Di tengah pesatnya arus informasi, peran media menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan pembangunan daerah. Tanpa publikasi yang tepat dan berimbang, banyak kerja keras pemerintah yang tak pernah diketahui masyarakat.
Hal inilah yang ditekankan Achmad Junaidi saat ditemui di ruang kerjanya, Ia menilai media memiliki posisi strategis dalam menyebarkan informasi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Kalau tidak ada yang menulis, tidak ada yang tahu. Tidak pernah membaca berita, akhirnya tidak tahu apa yang sudah dilakukan,” ujarnya, (05/11).
Junaidi menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan insan media perlu terus diperkuat. Ia mengingatkan pentingnya kualitas tulisan agar pesan pembangunan yang disampaikan tidak sekadar informatif, tetapi juga edukatif dan bermakna.
“Besok akan kita bedah bagaimana peran media itu penting, dan tulisan-tulisan itu harus berkualitas,” katanya.
Di sisi lain, ia menyoroti perlunya efisiensi kerja bagi pejabat pemerintahan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan diukur dari hasil dan dampak nyata bagi masyarakat, bukan seberapa sering tampil di publik.
“Kalau setiap hari hanya menghadap bupati, kapan kita kerja? Terlalu sering tampil belum tentu menunjukkan kinerja yang baik,” tegasnya.
Ia berharap hubungan harmonis antara pemerintah dan media di Kutim terus terjaga demi penyebaran informasi pembangunan yang transparan dan mendidik masyarakat,(ADV/HR).
![]()
