
KILASBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bertekad mengubah pandangan lama terhadap kearsipan, menegaskan bahwa martabat dan akuntabilitas pemerintahan modern berawal dari pengelolaan dokumen yang tertib. Kesadaran ini ditekankan melalui Sosialisasi Kearsipan dan Pemberian Penghargaan Kinerja, sekaligus pengenalan Aplikasi SRIKANDI, Senin (10/11).
Kegiatan yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim di Ruang Meranti ini menghadirkan Direktur Kearsipan Daerah 1 ANRI, Irwanto Eko Saputro, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Irwanto menekankan bahwa kearsipan adalah komponen integral dari sistem birokrasi yang transparan dan berkeadaban, bukan sekadar urusan penyimpanan. “Arsip sering dianggap pekerjaan belakang layar. Padahal, justru dari sanalah kejelasan, keterbukaan, dan tanggung jawab publik berawal. Dengan SRIKANDI, proses kearsipan menjadi lebih aman, mudah, dan terintegrasi,” ujar Irwanto.
Kepala Dispusip Kutim, Ayub, mengakui sektor kearsipan kerap dianaktirikan, meski menyimpan “napas panjang sejarah.” Ia menegaskan bahwa arsip adalah identitas kolektif dan fondasi bagi wajah pemerintahan yang jernih.
Antusiasme ditunjukkan oleh sekitar 150 peserta dari berbagai perangkat daerah hingga sektor swasta. Salah satu peserta, Yuliana, mengaku mendapat pencerahan bahwa pengelolaan arsip yang rapi adalah dasar dari tertib administrasi.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Kutim bertekad menjadikan arsip sebagai jantung tata kelola pemerintahan, melepaskannya dari stigma pekerjaan pinggiran. Arsip yang terawat tidak hanya menjaga dokumen, melainkan juga menjaga integritas dan sejarah birokrasi daerah. (ADV/HR)
![]()
