
KILASBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempercepat transisi menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui transformasi digital kearsipan. Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim menggelar Sosialisasi Kearsipan yang menekankan peran arsip sebagai bukti akuntabilitas, sumber informasi otentik, dan memori kolektif daerah.
Acara bertema “Strategi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Kearsipan” ini sukses diselenggarakan pada Senin (10/11) di Ruang Meranti Kantor Bupati. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum dan HAM Pemkab Kutim, Muhammad Idris Syam, yang mewakili Bupati, membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan resmi.
Muhammad Idris Syam menegaskan bahwa kearsipan memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang remeh dalam mewujudkan administrasi pemerintahan yang tertib dan transparan. Pimpinan daerah menyoroti bahwa pengelolaan arsip yang aman dan berkelanjutan merupakan tanggung jawab seluruh perangkat pemerintah daerah.
Sebagai langkah nyata adaptasi teknologi, Pemkab Kutim menyoroti keberadaan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). “Kehadiran aplikasi SRIKANDI menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital. Pemerintah daerah dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi guna mewujudkan tata kelola yang efektif dan efisien,” ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri 150 peserta dari Kepala Dinas hingga perangkat daerah ini, turut menjadi momen pemberian penghargaan. Apresiasi diberikan kepada perangkat daerah dengan hasil audit kearsipan terbaik dan pengguna SRIKANDI teraktif.
Muhammad Idris Syam menyampaikan selamat kepada para penerima, berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi. Sosialisasi ini diharapkan membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas pengelolaan arsip, sebagai bagian dari langkah menuju “Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.” (ADV/HR)
![]()
