dark
banner 1080x90

Kajian Pengelolaan Lingkungan dan Sampah Kutim Didukung UGM

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memulai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan pengelolaan sampah dengan menggandeng Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSPSDL) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini diawali melalui sebuah Forum Group Discussion (FGD) pada Rabu (12/11/) di Hotel Royal Victoria, yang melibatkan jajaran Pemkab Kutim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan berbagai instansi terkait.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memulai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan pengelolaan sampah dengan menggandeng Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSPSDL) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini diawali melalui sebuah Forum Group Discussion (FGD) pada Rabu (12/11/) di Hotel Royal Victoria, yang melibatkan jajaran Pemkab Kutim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan berbagai instansi terkait.
Kajian Pengelolaan Lingkungan dan Sampah Kutim Didukung UGM
Kajian Pengelolaan Lingkungan dan Sampah Kutim Didukung UGM

KILASBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memulai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan dan pengelolaan sampah dengan menggandeng Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSPSDL) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini diawali melalui sebuah Forum Group Discussion (FGD) pada Rabu (12/11/) di Hotel Royal Victoria, yang melibatkan jajaran Pemkab Kutim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya secara daring, Agus Prasetya dari PSPSDL UGM menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Kutim. Ia menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah, serta kesempatan untuk memahami realitas lapangan di Kutim.

Agus menjelaskan bahwa tim studi UGM melibatkan ahli lintas disiplin, termasuk dari teknik, antropologi, lingkungan, hingga geologi. Pendekatan multidisipliner ini penting untuk menghasilkan kajian yang komprehensif, aplikatif, dan dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan sumber daya dan pengelolaan sampah di daerah.

“Kami berharap kerja sama yang baik ini dapat menghasilkan kajian yang bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara nyata untuk kepentingan masyarakat serta pelestarian lingkungan,” ujar Agus.

Untuk menjamin kualitas hasil kajian, UGM sangat mengharapkan partisipasi aktif dan ketersediaan data serta informasi lapangan yang akurat dari seluruh pemangku kepentingan di Kutim. Agus menambahkan bahwa hasil kajian ini nantinya akan kembali kepada masyarakat sebagai dasar perbaikan pengelolaan lingkungan dan penyusunan kebijakan daerah.

Meskipun waktu pelaksanaan studi ini relatif singkat, UGM berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik sebagai acuan kebijakan strategis bagi Pemkab Kutim. Kajian ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kutai Timur. FGD ini menjadi langkah awal menuju solusi konkret bagi persoalan lingkungan di Kutim. (ADV/HR)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Kutim Gagas TPST Berkelanjutan, Noviari: Sampah Tanggung Jawab Bersama

Kutim Gagas TPST Berkelanjutan, Noviari: Sampah Tanggung Jawab Bersama

Next Post
Bupati Kutim Desak PT PAMA Selesaikan Kasus Ketenagakerjaan Secara Adil

Bupati Kutim Desak PT PAMA Selesaikan Kasus Ketenagakerjaan Secara Adil

Related Posts