dark
banner 1080x90

Kejar Target Nol ATS, Bupati Kutim Minta Warga Aktif Lapor Disdikbud

Kejar Target Nol ATS, Bupati Kutim Minta Warga Aktif Lapor Disdikbud
Kejar Target Nol ATS, Bupati Kutim Minta Warga Aktif Lapor Disdikbud
Kejar Target Nol ATS, Bupati Kutim Minta Warga Aktif Lapor Disdikbud
Kejar Target Nol ATS, Bupati Kutim Minta Warga Aktif Lapor Disdikbud

KILASBORNEO.COM – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyerukan gerakan kolektif masyarakat untuk menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS). Seruan mendesak ini disampaikannya di sela penutupan Manasik Haji Akbar di Masjid Agung Al-Faruq, Rabu (5/11). Ardiansyah menegaskan, target nol ATS harus segera dicapai mengingat besarnya dukungan anggaran pendidikan daerah yang telah digelontorkan.

Isu ATS sempat menjadi sorotan tajam setelah Pusat Data Nasional merilis angka fantastis yang menyebut 13.000 anak di Kutim tidak bersekolah. Namun, Bupati mengklarifikasi bahwa angka tersebut telah menyusut signifikan pasca-verifikasi lapangan masif oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Per Oktober 2025, data valid menunjukkan penurunan menjadi sekitar 9.000 anak. Discrepansi data sebelumnya terjadi akibat banyaknya siswa pindah domisili atau melanjutkan studi di luar daerah yang belum terbarui dalam sistem data pokok.

“Seharusnya Kutim tidak punya ATS. Anggaran pendidikan kita sudah sangat memadai sejak 2019, bahkan seragam dan perlengkapan sekolah sudah ditanggung pemerintah,” tegas Ardiansyah.

Dalam kerangka kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang PAUD, Bupati menekankan tidak ada alasan ekonomi bagi anak di Kutim untuk putus sekolah. Oleh sebab itu, ia meminta peran aktif warga untuk menjadi ‘mata dan telinga’ pemerintah. Jika menemukan anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan di lingkungan sekitar, warga diminta segera melapor ke dinas terkait. Laporan tersebut krusial agar pemerintah dapat melakukan intervensi cepat, baik mengembalikan anak ke jalur formal maupun melalui jalur kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sinergi mulai dari tingkat RT hingga dinas dinilai mutlak diperlukan demi mencetak SDM Kutim yang unggul.(ADV/HR)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Pecah Rekor, Manasik Haji Akbar Kutim 2025 Diikuti 3.500 Santri Cilik

Pecah Rekor, Manasik Haji Akbar Kutim 2025 Diikuti 3.500 Santri Cilik

Next Post

Achmad Junaidi : Publikasi yang Baik Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Kutim

Related Posts