
KILASBORNEO.COM – Geliat pendidikan karakter berbasis agama di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatatkan sejarah baru. Kegiatan Pengenalan Ibadah Haji atau Manasik Haji Akbar yang dipusatkan di kawasan Masjid Agung Al-Faruq, Rabu (05/11), sukses memecahkan rekor partisipasi dengan melibatkan 3.500 peserta didik.
Ribuan santri cilik tersebut berasal dari 49 lembaga pendidikan, meliputi TK, Raudhatul Athfal (RA), hingga Satuan PAUD Sejenis (SPS) di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Perwakilan panitia dari Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim, Elvyana Susanti, menegaskan bahwa angka ini merupakan lonjakan signifikan dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini partisipasi naik lebih dari 30 persen. Sebagai komparasi, tahun 2024 diikuti 2.639 siswa, dan tahun 2023 sebanyak 2.285 siswa. Ini bukti nyata tingginya antusiasme lembaga PAUD dan orang tua terhadap program pendidikan keagamaan,” papar Elvyana.
Demi kelancaran acara, panitia mengerahkan 350 guru pendamping yang bertindak sebagai koordinator lapangan. Mereka memastikan simulasi rukun haji, mulai dari niat ihram, tawaf mengelilingi replika Ka’bah, hingga sa’i, dapat diikuti anak-anak dengan tertib dan penuh keceriaan.
Kesuksesan acara masif ini dinilai sejalan dengan visi Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, dalam mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Membludaknya peserta juga menjadi indikator keberhasilan investasi SDM daerah yang kini disokong berbagai program strategis pemerintah, termasuk kucuran dana untuk Beasiswa Hafidz dan Program UMMI.(ADV/HR)
![]()
