
KILASBORNEO.COM – Jejak sejarah panjang masyarakat Muara Ancalong kini kembali bersinar. Lamin Datun, sebuah bangunan adat monumental yang telah eksis sejak tahun 1901 di Desa Kelinjau Ilir, resmi difungsikan kembali. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, pada Selasa (4/11), di sela kunjungan kerjanya ke wilayah tersebut.
Bagi masyarakat setempat, Lamin Datun lebih dari sekadar konstruksi kayu raksasa. Bangunan ini adalah saksi bisu perjuangan sekaligus pusat gravitasi kegiatan adat, musyawarah, dan pelestarian budaya yang diwariskan turun-temurun. Revitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah memastikan warisan ini tidak lapuk dimakan zaman.
Ada nilai filosofis mendalam dalam proses pemugarannya. Tiang-tiang penyangga yang kini berdiri kokoh merupakan hasil gotong royong lintas desa. Para pengrajin dari Desa Long Tesak, Long Lees, Mekar Baru, Rantau Sentosa, Long Pejeng, dan Gemar Baru menyatukan keahlian mereka untuk mengukir ornamen khas pada tiang lamin. Hal ini menegaskan bahwa Lamin Datun adalah simbol persatuan identitas warga Kecamatan Muara Ancalong.
Usai memotong pita sebagai tanda peresmian, Bupati Ardiansyah menaruh harapan besar agar bangunan ini menjadi sentra edukasi dan pariwisata. “Lamin Datun bukan hanya warisan leluhur, tetapi ruang hidup budaya. Setelah direnovasi, tempat ini harus menjadi pusat kegiatan masyarakat dan ikon kebudayaan,” ujarnya.
Kehadiran kembali Lamin Datun dengan wajah yang lebih representatif diharapkan mampu menarik minat wisatawan serta menjadi benteng bagi generasi muda untuk tetap mengenal akar budaya mereka di tengah gempuran arus modernisasi.(ADV/HR)
![]()
