dark
banner 1080x90

Bupati Kutim Dorong Kebangkitan Seni Tarsul, Desak Disdikbud Segera Lakukan Pengangkatan Resmi

Bupati Kutim Dorong Kebangkitan Seni Tarsul, Desak Disdikbud Segera Lakukan Pengangkatan Resmi
Bupati Kutim Dorong Kebangkitan Seni Tarsul, Desak Disdikbud Segera Lakukan Pengangkatan Resmi
Bupati Kutim Dorong Kebangkitan Seni Tarsul, Desak Disdikbud Segera Lakukan Pengangkatan Resmi
Bupati Kutim Dorong Kebangkitan Seni Tarsul, Desak Disdikbud Segera Lakukan Pengangkatan Resmi

KILASBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kekayaan budaya lokal. Dalam penutupan Festival Magic Land 2025 di Polder Ilham Mualana, Minggu (16/11) malam, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk segera mengangkat dan mempromosikan seni Tarsul—kesenian lisan Melayu Kutai yang kini berada di ambang kepunahan.

Ardiansyah menilai, kekuatan Kutim tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada sejarah panjang serta keberagaman seni budayanya. Festival Magic Land, yang menampilkan berbagai tarian pesisir, pedalaman, hingga pertunjukan wayang orang, menurutnya menjadi bukti kekayaan seni yang tetap hidup di masyarakat.

“Khusus Kutai, kita masih punya satu lagi seni yang hampir punah, meskipun masih terdengar, yaitu seni Tarsul,” ujar Ardiansyah. Ia meminta Disdikbud, terutama Bidang Kebudayaan, untuk memberi ruang lebih besar melalui festival, lomba, atau wadah khusus bagi para pegiat seni Tarsul.

Menurut Bupati, kemampuan menembang Tarsul mungkin tidak dimiliki banyak orang, namun hal itu justru menjadi alasan pentingnya pelestarian. Seni tersebut dinilai sebagai bagian dari identitas budaya yang harus diperkuat agar tidak hilang ditelan zaman.

Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan berbagai event budaya harus diarahkan untuk memperkaya khasanah lokal, sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa Kutai Timur memiliki akar sejarah panjang. Ardiansyah bahkan menyinggung keberadaan Kerajaan Kutai di era Kudungga serta bukti kehidupan manusia purba di Karst Sangkulirang Mangkalihat yang berusia lebih dari 10.000 tahun sebelum Masehi.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pelestarian melalui berbagai lomba seni pada Festival Magic Land. Ia juga mengumumkan rencana penyelenggaraan event besar lainnya, seperti Pameran Budaya Sejarah Islam dan Festival Pesona Budaya. (ADV/HR)

Loading

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Bupati Ardiansyah Ajak Warga Kembangkan Ekonomi Non-Tambang Lewat Momentum Magic Land 2025

Bupati Ardiansyah Ajak Warga Kembangkan Ekonomi Non-Tambang Lewat Momentum Magic Land 2025

Next Post
Kutim Targetkan Rekor MURI Lewat Festival Literasi, 13 Ribu Pelajar Siap Ambil Bagian

Kutim Targetkan Rekor MURI Lewat Festival Literasi, 13 Ribu Pelajar Siap Ambil Bagian

Related Posts