
KILASBORNEO.COM – Kecamatan Sangatta Utara kembali menghadirkan inovasi wastra daerah melalui lahirnya motif baru bernama Batik Telang. Motif ini diperkenalkan dalam ajang Wastra Kutai Timur (Kutim) 2024 sebagai upaya memperkaya identitas lokal sekaligus menggali potensi tanaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bunga telang, yang tumbuh subur di pekarangan rumah warga, menjadi sumber inspirasi utama dalam pengembangan desain tersebut.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengungkapkan bahwa pemilihan motif telang bukan tanpa alasan. Selama ini Sangatta Utara telah dikenal memiliki beberapa motif yang melekat di masyarakat, seperti tapak tangan, paku, wakaroros, hingga batubara. Namun, kompetisi wastra tahun ini menuntut hadirnya ciri dan karakter baru yang merepresentasikan kekhasan wilayah.
“Bunga telang sangat mudah dijumpai di lingkungan rumah warga. Tanaman ini juga digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Dari situlah kami melihat bahwa telang pantas diangkat sebagai identitas baru Sangatta Utara,” kata Hasdiah saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Menurut Hasdiah, keberadaan telang tidak sekadar sebagai tanaman hias. Masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan minuman, pewarna alami, hingga ramuan tradisional. Nilai kegunaan tersebut memberikan makna filosofis yang kuat, sehingga layak dituangkan ke dalam motif batik.
Ia menambahkan bahwa Batik Telang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh sebagai ikon daerah. Selain memberikan alternatif motif baru bagi perajin, kehadirannya juga dapat menjadi peluang ekonomi dan kreativitas bagi pelaku UMKM.
“Harapan kami, Batik Telang tidak hanya menjadi kebanggaan Sangatta Utara, tetapi juga bisa berkontribusi meningkatkan citra Kutai Timur sebagai daerah yang kaya gagasan dan memiliki identitas budaya yang kuat,” tutupnya. (ADV/HR)
![]()
