Kilasborneo.com – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi terus mengawal progres pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yang berlokasi di Kecamatan Sangatta Utara. Diharapkan setelah jadi, pelabuhan itu bisa jadi ikon baru yang sekaligus mendongrak pertumbuhan ekonomi di Kutim.
Jimmi mengatakan, pelabuhan Kenyamukan akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kontrak pengerjaan pelabuhan itu selesai pada Desember 2024 atau setelah pemilu.
“Pelabuhan Kenyamukan kontraknya selesai Desember tahun 2024 setelah Pemilu, jadi tahun 2025 seharusnya sudah bisa dimanfaatkan,” ucapnya Senin (20/5/2024) kemarin.
Jimmi mengungkapkan, Kutim memiliki beragam potensi mulai dari hasil di sektor perikanan, pertanian, hingga perkebunan yang siap di hilirisasi. Sehingga Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan diyakini sebagai solusi terbaik untuk menuju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pun mendongrak pertumbuhan ekonomi di Kutim.
Bicara masalah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Jimmi menyatakan, Perusahaan Daerah (Perusda) yang ada di Kutim nantinya dilibatkan di pelabuhan tersebut.
“Pemerintah daerah harus bisa menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan, apalagi kabar baiknya daerah-daerah lain sudah mengajak kerja sama Perusda kita, yaitu Pelindo, DABN dan beberapa lainnya,” bebernya.
Untuk menunjang pelabuhan kata Jimmi, infrastrukturnya juga harus memadai, jangan sampai belum matang sehingga kesannya jadi terburu-buru. Dampaknya apa yang diinginkan jadi terkendala.
“Mau gak mau infrastrukturnya harus memadai, takutnya jangan sampai belum matang yang ada terkesan memaksa dan itu yang dihindari,” tutupnya.(ADV)
![]()
