KILASBORNEO.COM Jakarta – Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH, MH, seorang pakar hukum internasional dan ekonom nasional, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terkait masalah anak putus sekolah akibat dampak ekonomi yang lesu. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media cetak dan daring di kantor pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, pada tanggal 30/11).
“Alhamdulillah, di beberapa daerah, baik kota maupun kabupaten, pemerintah daerah setiap tahunnya menyediakan anggaran untuk menebus ijazah siswa-siswi yang bermasalah dengan administrasi keuangan. Ini sangat membantu masyarakat di tengah perekonomian yang semakin sulit,” ujar Prof. Sutan Nasomal.
Kilas Balik Permasalahan Ekonomi
Prof. Sutan Nasomal menyoroti bahwa masalah anak putus sekolah menjadi perhatian utama karena banyak masyarakat yang mengeluhkan penurunan pendapatan dan kesulitan mencari nafkah. Dampak ekonomi yang lesu juga menyebabkan banyak keluarga terlilit hutang, dengan perkiraan 40% rumah tangga memiliki hutang untuk bertahan hidup. Bahkan, banyak keluarga yang harus berakhir dengan perceraian karena tidak mampu menanggung beban hidup. Akibatnya, hak anak untuk mendapatkan pendidikan menjadi terabaikan.
Kegagalan Kepala Daerah
Menurut Prof. Sutan Nasomal, fenomena naiknya biaya hidup dan sulitnya mencari pekerjaan adalah cerminan dari kegagalan kepala daerah dalam memperhatikan kondisi masyarakat saat ini. Kegagalan pemerintahan di masa lalu juga turut menggerus tatanan usaha kecil masyarakat. Banyak anak yang terpaksa tidak sekolah dan mencari uang receh di jalanan untuk membantu keluarga.
Seruan kepada Kepala Daerah dan Presiden RI
Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal mendesak Presiden RI untuk mendorong kekuatan ekonomi masyarakat luas sebagai formula ampuh untuk memberikan harapan kepada masyarakat. Ia juga mempertanyakan keberadaan kepala daerah yang tidak mampu bekerja dengan baik, mengingat jutaan anak terancam putus sekolah.
Profil Narasumber
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH, MH adalah seorang pakar hukum internasional, ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, dan pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.
Timred
![]()
