KILASBORNEO.COM – Aksi mahasiswa kembali mengguncang Makassar! Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik Kota Makassar berteriak lantang, menuntut MyRepublic ditutup total dan diboikot habis-habisan! Selasa, 2 Desember 2025, menjadi saksi bisu kemarahan mahasiswa yang memuncak akibat dugaan praktik kotor pemasangan jaringan fiber optik yang merugikan rakyat.
Isu pemecatan vendor ZTE yang diduga terlibat praktik haram semakin membakar emosi mahasiswa. Mereka menuding MyRepublic sengaja menutup-nutupi borok perusahaan.
“Jangan kira dengan memecat satu orang, masalah selesai! Ini baru puncak gunung es! Kami akan bongkar semua kebusukan kalian!” teriak Tumming, Jenderal Lapangan Aksi, dengan suara menggelegar.
Mahasiswa menantang MyRepublic untuk membuka audit internal secara transparan, tanpa ditutup-tutupi. Mereka curiga ada praktik “donasi kontribusi” ilegal yang merugikan warga Makassar.
“Mana transparansinya? Jangan rampok uang rakyat dengan kedok donasi! Kami akan kejar kalian sampai dapat!” ancam Tumming, dengan nada geram.
Tuntutan mahasiswa tak main-main: seret semua pelaku ke pengadilan dan kembalikan dana kompensasi yang diduga digelapkan!
“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan! Jika tuntutan kami diabaikan, Makassar akan lumpuh! Kami akan kerahkan seluruh kekuatan mahasiswa!” tegasnya.
Mahasiswa juga menyoroti pembangunan tiang dan jaringan FTTH MyRepublic yang diduga ilegal, tanpa izin dari Pemerintah Kota Makassar. Mereka menuding perusahaan asing itu memanfaatkan “donasi kontribusi” untuk melancarkan aksinya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak MyRepublic masih memilih bungkam, seolah tak peduli dengan kemarahan mahasiswa dan tudingan praktik kotor yang semakin santer terdengar.
Baramakassar!
![]()
